Rindu Tak Pernah Ada Habisnya

Tentang rindu, masih menguasai hati. Entahlah, aku sudah lelah. Tak mengerti dan tak tau harus bagaimana. Ku hembuskan nafas yang berat. Memang terasa melelahkan. Rindu yang mencabik semuanya.

Tak apa, perihal rindu itu memang menyakitkan. Namun membuat candu. Bersabarlah, pasti ada bahagia yang menanti diujung sana.

Hati merasa kesal. Menenangkan hati yang gundah tidaklah mudah. Semalam berjumpa, tak tau harus bagaimana. Hanya berdiam menatap. Ingin ku peluk dengan erat tapi aku tak mampu. Entahlah.

Bersabarlah. Beruntung semalam masih disapa olehnya. Berdiam sejenak, tak usah terburu-buru menyikapinya. Pelan tapi pasti, pelukan itu akan mendekap tubuhmu.

Aku akan bersabar lagi. Aku akan berjalan lebih perlahan. Berdamai dengan hati yang masih bergejolak. Menenangkan pikiran yang bermain terlalu jauh. Benar-benar, perkara rindu tak pernah ada habisnya.

Hahaha siaall. Dia selalu menyapa tak kenal waktu. Tapi tak apa, rindu punya cara sendiri untuk menyapa penikmatnya.

Memang. Datang tiba-tiba dan tak mudah diselesaikan. Rindu selalu punya cara untuk menyusup. Heran, sehebat itu rindu mengambil alih gejolak hati.

Jalan terakhir hanyalah menikmati, tak bisa berbuat lebih.


Arif BS x Risalatul SW

Komentar